Kamis, 21 Juli 2016

Jujur & Tulus

Waktu


Waktu. Ia tak bisa bicara. Tapi mampu menjelaskan. Waktu selalu memberikan kejutan. Happy ending atau sad ending, hanya waktu yang tahu. Waktu. Ia akan sabar. Sabar menunggu sabar menanti. Sampai waktu tahu waktu yang tepat untuk menunjukkan. Waktu, ia terus berjalan, menyelubungi masa dan zaman. Meski tak punya kaki untuk berjalan. Meski tak punya mata untuk melihat. Tapi waktu selalu tahu. Waktu berusaha menjadi kawan baik yang bisu. Beruntung waktu itu bisu. Jikalau tidak, semua umat dikhawatirkan dengan kabar buruk, dihisteriakan dengan kejutan. Waktu itu seperti rahasia. Dari sekian sekon nanti kita tidak tahu apa yang terjadi yang akan dijelaskan oleh waktu. Tapi waktu itu pasti. Waktu memaksimalkan kita pada sisi optimis dan pesimis. Waktu ia merupakan saksi, ia akan tahu apa yang sedang kita perjuangkan, atau yang kita abaikan. Waktu ia menyimpan sebongkah kenangan yang dikemas begitu baik. Karena dengan baiknya, kita mampu mengingat kembali ribuan jam yang telah berlalu. Kita tersenyum malu, kita menangis bersedih. Air mata yang kau keluarkan baik kesedihan atau kebahagiaan itulah bukti warna-warni hidupmu yang ditunjukkan oleh waktu. Kamu tak akan pernah merasa bosan demi menunggu waktu, kamu makan bersama waktu, kamu tidur bersama waktu, begitu pula kamu mencintainya bersama waktu. Waktu tak akan memisahkan, tapi rasa bersama yang tak mungkin lagi, waktu tetap menjadi kawan baik yang bisu.

~yudeni